new challange to understanding about PROPER

Hai… Intermezzo dulu yah..
Sekali2 posting selain hasil karyaku boleh dong ya.. Hehehe
Pengen berbagi cerita, dan mudah2an bisa menjadi informasi buat teman2 yang juga sedang mengalami hal yang sama seperti saya.

Jadi ceritanya perusahaan tempat saya bekerja tahun ini ingin ikut serta dalam program PROPER. Untuk penjelasan proper itu sendiri di lain posting yah (mudah2an sempet posting) hehehe.

Berawal dari atasan saya yg meminta tolong saya untuk menyampaikan langsung dokumen laporan UKL/UPL ke BLHD provinsi dan sekaligus menanyakan mengenai proper.

Singkat kata, saya sampaikan informasi mengenai proper tsb ke atasan saya. Dan dilanjut saya disuruh cari tau artikel mengenai proper itu sendiri lebbih lengkap. Akhirnya saya dapatkan informasi2nya, mulai dari persyaratan, prosedur sampai dengan tata cara penilaiannya. kemudian saya disuruh cari info training proper yg pelaksanaannya dlm waktu dekat. Cukup susah nyari training ini karena tidak terlalu umum. Dapet beberapa provider training tapi pelaksanaannya di penghujung tahun. Sempet hopeless, tapi saya penasaran akhirnya saya cari2 lagi. Finally, dapet juga trainingg proper dlm waktu dekat yg dilaksanakan oleh LK3BI ITB. Awalnya saya kira training itu utk atasan saya, ternyata… “Oke putri, coba minta form pendaftarannya, km isi atas nama km, segera proses”. What???!!! Me???!! Sempet bingung knp aku yg sama sekali gak ada basic di lingkungan. Okelah, krn udh atasan yg nyuruh mau blg apalagi. Positifnya, ini jadi ilmu baru lagi buat aku.

Semangat…..!!!

Dan hari ini, aku baru aja selesai mengikuti sosialisasi proper 2014 yang diadakan langsung oleh BLHD provinsi Banten.

Semoga ini menjadi awal yang baik.
Semoga aku bbisa mengikuti program ini dgn baik, dan berhasil memberikan peringkat “biru” utk perusahaan.

Advertisements

wiraswasta??

SUdah lama sebenarnya kepikiran untuk buka usaha sendiri.

Terlebih karena ingin punya wadah untuk menjual hasil-hasil karyaku. Tetapi lagi-lagi kendala utamanya adalah “keberanian” untuk memulai itu semua. Diawali dengan mencoba usaha online meskipun hanya lewat facebook dan bbm saja. Tetapi marketnya masih belum luas.

Akhirnya, beberapa waktu yang lalu, bapak cerita kalau ingin membuka suatu usaha, dan minta bantuan anaknya ini untuk preparing segala sesuatunya. hmmmm…. tawaran yang menarik. Jadi bisa bantu orang tua untuk mencukupi kehidupan di masa tuanya, dan bisa menjadi media belajar aku untuk memulai usaha sendiri nantinya.

Tapi, masih bingung bagaimana memulainya.

Sampai saat ini, masih mencoba membuat rincian biaya (estimasi) untuk modal usaha. Ya bisa dibilang sedang menyusun business plan, sambil lagi huntuing supplier2 yang bisa memberi harga miring dengan kualitas yang bagus.

I wanna make this come true. 

My Wedding Souvenir

My Wedding Souvenir

One of my dream is about my marriage.
I dreamed that I would make my wedding souvenir by myself.
And that time was coming…

I’m so excited to make my wed souvenir.
May be this souvenir too simple for another people, but for me this was so meaningful. I didn’t care what people talking about. I just wanna make something special in my wedding even it was just souvenir.

I’m really really happy could finishing all the souvenirs.
Hope my guest loved it and appreciated it.

And I wanna say thank you for my besties “bubun” indah for boxes design. Your design was really beautiful as my requested. thank you bubuuuuuun.